Laman

Kamis, 22 Agustus 2013

Gimana ya Buat Tidur Lebih Pulas

guys..........biar tidur pulas caranya gimana ya ?

 

 



Ngantuk, lemas, daya tahan merosot, gampang kesal, malas berpikir, sulit konsentrasi, produktivitas anjlok, dan sejenisnya. Semua kondisi itu timbul gara-gara kurang tidur. Padahal tidur merupakan kesempatan tubuh untuk melakukan pemulihan, perawatan dan penyembuhan organ tubuh yang rusak. Tidur yang cukup berarti hidup yang lebih sehat. Ikuti beberapa tip untuk mendapatkan tidur nyenyak oleh Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta

Penopang kepala. Anda pernah merasa pegal-pegal di area leher dan punggung saat tidur? Bisa jadi itu karena tempat tidur, atau bantal yang Anda gunakan. Tentu syaratnya Anda tidak sedang menderita gangguan medis seperti pengapuran atau hipertensi. Bantal kepala yang baik adalah yang bisa menopang kepala dengan nyaman, mudah disesuaikan dengan lekuk leher dan kepala, menjaga posisi tulang punggung tetap selaras selama tidur, serta tidak menimbulkan alergi. Tapi, jika Anda ragu memilih bantal yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli rehabilitasi medis atau chiropractor.

Rendah dan monoton. Suara itu unik. Jika terlalu tinggi dan bising, dia akan sangat menggangu. Tapi fakta lainnya, ada banyak orang yang tertidur gara-gara iringan musik. Ya, suara bernada rendah dan monoton memang bisa membuat Anda terkantuk-kantuk.
Repotnya kalau Anda korban dari pasangan yang tidur dengan mendengkur. Saran dr.Andreas, periksakan pasangan Anda ke dokter, karena sejatinya, bukan hanya Anda yang terganggu, tapi keselamatan pasangan Anda juga sedang dalam ancaman.

Matikan lampu. Menurut dr. Andreas, di dalam tubuh terdapat mekanisme khusus yang disebut irama sirkadian. Yakni, siklus yang berlangsung sekitar 24 jam dan berperan sebagai jam biologis manusia. Irama ini terjadi di Supra Chiasmatic Nucleus (SCN), suatu bagian kecil di otak yang berada di atas persilangan saraf mata. Karena letaknya itu, jam biologis peka terhadap perubahan cahaya. Jadi, begitu cahaya makin meredup pada sore hari, tubuh mulai bersiap untuk tidur. Caranya dengan meningkatkan hormon melatonin ke dalam darah, hormon yang sangat berpengaruh terhadap proses dan kualitas tidur. Solusinya? “Matikan lampu saat tidur. Tidak ada tawar-menawar,” kata dr Andreas.

Tidur, bukan bekerja. Karena dikejar-kejar deadline, Anda bawa pekerjaan ke rumah, bahkan hingga ke tempat tidur. Menurut dr.Andreas, pola seperti itu bisa mengakibatkan proses tidur terganggu, karena ketegangan belum sempat diturunkan. Banyak pasiennya yang menderita insomnia akibat terbiasa melakukan pekerjaan hingga larut malam, bahkan sampai membawa laptop ke tempat tidur. Alasan ingin memanfaatkan waktu seproduktif mungkin, sepertinya tidak cukup baik. Prilaku ini justru menciptakan kondisi yang kontraproduktif. Seiring dengan gangguan tidur, kemampuan mental dan emosional malah menurun.

moga tidurnya pulas ya.......................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar