air minum yang sehat dan layak untuk dikonsumsi harus lolos uji laboratorium dan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Memiliki pH antara 6-7. Mengukur batas pH suatu larutan dapat menggunakan pH paper.
- Uji bakteriologis.
Dengan menggunakan mikroskop Anda dapat mengetahui keberadaan
mikroorganisme, parasit, virus, maupun bakteri dalam air. Indikator
umumnya adalah bakteri coli. Jika air telah tercemar bakteri ini, besar
kemungkinan terdapat pula bakteri patogen (beracun) lainnya pada air
tersebut.
- Tes kimia. Fungsinya untuk mengukur kandungan
senyawa kimia ataupun logam berat yang terkandung pada air. Biasanya
pengujian memakai alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography).
Dengan alat ini kandungan senyawa kimia berbahaya seperti arsen,
mercury, timbal, dan kadmium akan terdeteksi.
- Total Dissolved Solid (TDS). TDS meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui jumlah total partikel yang ada dalam setiap mililiter air. “Air mineral yang layak konsumsi mempunyai syarat maksimum nilai TDS= 500, sementara untuk air demineral seperti air reverse osmosis dan air destilasi diharuskan memiliki batas maksimal nilai TDS=10.
