Romantisme
bukanlah sekedar ritual memberi bunga atau cincin berlian, dia adalah
sebuah ide soal memberi dan menerima, toleransi, dan sikap tulus. Itu
juga alasan mengapa pria gua dulu pergi berbulan-bulan mencari daging
mammoth agar isteri dan anak-anaknya tidak kelaparan saat musim dingin.
Karena romantisme sendiri merupakan bahasa tertinggi dari ajaran para
nabi: Keinginan untuk berkorban. Berikut beberapa tip klasik -yang biasa
digunakan kakek-nenek kita- agar hubungan mereka tetap hangat dari
waktu ke waktu.
Tulislah pada Kertas. Telepon dan
internet adalah teknologi yang memudahkan komunikasi. Tapi bayangkan,
ketika kakek Anda dulu bertugas di Nabire dan nenek menunggu kabarnya
dengan harap-harap cemas di Bogor. Dengan kesabaran luar biasa, nenek
Anda sanggup menunggu datangnya surat dari kakek Anda –yang ditulis dua
minggu sebelumnya. Kedatangan surat itu, barangkali, menjadi saat paling
indah bagi nenek Anda.
Lilia Fallgatter, penulis the Most Important Letter You Will Ever Write: How to Tell Loved Ones How You Feel Before It’s Too Late mengatakan bahwa seni menulis di atas kertas sanggup meningkatkan keintiman dalam hubungan Anda dan si Dia.
Ungkapkan, Jangan Cuma Diam. ‘Tolong’,
‘terima kasih’, dan ‘bolehkah’, adalah kata-kata yang nampaknya hilang
dari kosakata Anda, terutama yang ditujukan untuk si Dia. Seorang
terapis dan pendiri Relational Life Institute, Terrence Real, menghabiskan waktu membaca Wonderful Marriage-nya Lilo dan Gerard Leeds.
Hasilnya, waktu-waktu kebersamaan justru malah membuat Anda menjadi
seseorang yang asing di mata pasangan Anda. “Jadi, ketika Anda berbicara
pada pasangan lakukanlah dengan penuh respek, jangan kasar. Cobalah
untuk bersikap lebih ramah dan siap memaafkan jika si Dia melakukan
kesalahan,” kata Real.
Pisah Ranjang. Ada orang yang
merasa terganggu oleh prilaku tidur pasangannya –seperti mendengkur,
suka mengigau, dan lainnya. Percaya atau tidak, hal ini bisa
meningkatkan ketegangan hubungan jika terjadi dalam rentang waktu lama.
Karena kurang tidur bisa meningkatkan stres. Beberapa pasangan di masa
lalu, mengambil langkah aman dengan pisah ranjang, bahkan pisah kamar.
Ternyata, kehidupan mereka tetap bahagia bahkan merasa energi mereka
tetap terjaga untuk kualitas seks yang lebih baik. Lakukan hal ini
dengan kesepakatan bersama sebelumnya.
Mengunjungi Lagi Tempat Favorit. Jika
Anda sudah menikah, lupakan sejenak anak-anak. Jika Anda belum punya
anak atau belum menikah, lupakan deadline atau target penjualan. Cari
waktu agar Anda dan si Dia bisa pergi mengunjungi tempat-tempat favorit
Anda berdua. Jangan pernah membiarkan rasa jenuh menguasai jiwa-jiwa
yang bebas. Sekali saja dalam tiga bulan, berikan sesuatu yang istimewa
untuknya. Jangan, jangan sekedar ciuman di matanya ketika sedang
tertidur, tapi lebih dari itu. Sebuah kejutan dari pria yang sibuk, akan
lebih berkesan ketimbang kejutan dari seorang pria yang dari ‘sononya’
sudah romantis.
Hormati Hobi Pasangan. Zaman dulu mungkin
menjadi hal lumrah ketika pasangan saling berbagi kehidupan –termasuk
dalam hal hobi. Tapi untuk pasangan masa kini, ketika terlalu banyak
kesenangan yang bisa diperoleh di luar sana, hal seperti itu tidak
terlalu diperlukan lagi. Bahkan Anda tak perlu berpartisipasi dengan
hal-hal yang ia sukai, begitu pula sebaliknya. Ahli hubungan
antar-manusia dari Kathy Stafford, Charlotte, N.C., mengatakan,
“Hal ini justru bisa meningkatkan kualitas hubungan. Ayah saya banyak
menghabiskan waktu di Men’s Club, sedangkan ibu aktif di Ladies-Only
Club. Keduanya sibuk melakukan hobinya masing-masing, tapi mereka saling
percaya bahwa hobi tersebut membawa efek yang baik untuk jiwa
pasangannya.”
Jangan Tidur Sambil Membawa Amarah.
Bagaimanapun pertengkaran pasti terjadi. Karena itu, sebuah hubungan
–apalagi dalam jangka panjang- selalu membutuhkan sikap bijaksana.
Bahkan jika masalah Anda dan si Dia belum ada jaminan untuk selesai
dalam waktu cepat, Anda tetap harus mampu menjamin diri Anda sendiri
untuk tidur tanpa membawa amarah. Ingatlah bahwa betapa beruntungnya
Anda berdua karena masih memiliki perbedaan.
Hindari Jadi Tukang Mengeluh.
Senang mengomel dan berkeluh-kesah akan membawa aura negatif pada
kehidupan di sekitarnya. Tapi, manusia jenis ini selalu ada di setiap
zaman. Generasi masa kini mungkin lebih terbuka, dan mereka kemudian
berbagi kisah dan keluahan apa saja pada orang lain. Tapi percayalah,
tak banyak orang yang bersimpati pada kondisi tersebut. Bukankah setiap
orang sudah membawa bebannya masing-masing? Tak perlu semua orang tahu
masalah yang sedang Anda hadapi -bahkan jika orang tersebut adalah
kekasih Anda sendiri. Ini adalah perang Anda pribadi, lakukan sendiri,
jangan membawa orang lain ke dalam bahaya atau omong kosong yang tak
bisa mereka lakukan.
Pikirkan Langkah Kecil. Ketika
teknologi masih terbatas, stres masih sedikit, kebutuhan akan
multitasking belum menuntut seperti situasi saat ini -kakek dan nenek
kita dapat dengan mudah menunjukkan kehangatan dalam hubungan mereka.
Jadi, kenapa Anda tidak memikirkan satu tindakan kecil seperti yang
kakek dan nenek Anda lakukan di masa lalu: Membuatkan si Dia sarapan,
membawakannya kopi, atau sekedar menghabiskan sore bersama sembari
melihat matahari tenggelam. Tindakan kecil seperti ini menunjukkan bahwa
Anda peduli dan memiliki apresiasi padanya.