1. Perasaan Berdosa
Jangan bohong! Semua pria yang melakukan onani (sebelum akhirnya SANGAT terbiasa) akan merasakan perasaan bersalah dan berdosa setelah onani. Apa penyebabnya rasa bersalah setelah onani ini?
Ada beberapa alasan. Menurut penelitian di Inggris, rasa bersalah
tersebut datang karena pria mengetahui dengan sadar bahwa onani bukanlah
sebuah perilaku seksual yang normal. Dan karena kebanyakan laki-laki
melakukan onani di usia remaja, pengalaman seksual pertama yang ia
anggap tidak normal membuat perasaan bersalah itu datang. Akibatnya,
ada rasa tidak percaya diri dalam pergaulan dan kehidupan sosial remaja.
Apalagi karena pembahasan soal onani pasti bukan pembahasan yang bisa
dibicarakan secara terbuka dengan laki-laki remaja lain, apalagi dengan
guru olahraga.
Ketika perasaan bersalah ini terus disimpan sendirian, resiko
terbesarnya adalah membuat laki-laki tersebut tumbuh menjadi pria yang
minder dan tertutup.
2. Memperkuat Lamunan Seksual
Salah satu bahaya lain adalah kekuatan imajinasi dan lamunan tentang seks yang datang dari kebiasaan onani.
Pria melakukan onani dengan rangsangan berbasis hayalan dan
imajinasinya. Kebiasaan onani ini membuat imajinasinya terlatih sehingga
dapat muncul kapan saja ketika melihat lawan jenis yang menarik. Pria
jadinya memikirkan seks terlalu sering dan pada kasus yang parah, pria
tidak lagi dapat membedakan yang mana imajinasi dan yang mana realitas.
Salah satu penyebab terjadinya perkosaan adalah ketidakmampuan pria
menyimpulkan kenyataan dan realitas di sekitarnya.
3. Ketagihan yang Kronis
Ketika pria sudah terbiasa onani, kegiatan ini kemudian akan menjadi
sebuah kebutuhan baginya. Pada kasus yang kronis, pria bahkan tidak bisa
tidur tanpa melakukan onani terlebih dulu. Pada tahap awal, remaja
biasanya melihat hal-hal yang membuat ia terangsang untuk melakukan
onani. Pada tahap kebiasaan yang parah, pria akan MENCARI hal-hal yang
bisa membuatnya terangsang agar bisa onani. Seperti layaknya semua bentuk ketergantungan, ketagihan terhadap onani juga akan menimbulkan bahaya. Frekuensi onani yang terlalu sering juga akan meningkatkan resiko bahaya onani yang lainnya.
4. Ejakulasi Dini
Onani adalah kegiatan seks kilat karena dapat dilakukan dimana saja,
kapan saja dan dengan perlengkapan secukupnya (air, sabun dan beberapa
lembar tisu). Tidak ada pria yang bisa menikmati onani seperti menikmati
seks: melakukan rangsangan dengan pelan-pelan dan berusaha bertahan
lebih lama sebelum ejakulasi. Pada umumnya, pria mau ejakulasi dengan
cepat ketika onani.
Nah, saat ini sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam sistem saraf, pria
tidak lagi dapat bertahan lama saat berhubungan seks dengan pasangannya
(istri ya, bukan pacar). Dan jangan berpikir ejakulasi dini baru akan datang setelah kamu tua. Bahayanya, 45% ejakulasi dini terjadi pada pria berusia di bawah 30 tahun, dan 75% dari mereka karena kebanyakan onani.
5. Susah Ereksi
Salah satu bentuk bahaya lain yang bisa datang karena onani
adalah kesulitan untuk ereksi saat akan melakukan hubungan intim yang
sebenarnya. Saat onani, pria melalukan rangsangan hingga ereksi
dengan imajinasi dan sentuhan yang ia lakukan sendiri. Ketika saraf
sudah terbiasa dengan sistem seperti ini, rangsangan sebenarnya yang
datang dari lawan jenis akan sulit membuat sang pria ereksi. Kalaupun
ereksi berhasil, ini tidak akan berlangsung lama saat sedang melakukan
hubungan seks. Penis biasanya jadi letoy lagi saat sedang penetrasi dan
pria harus dirangsang lagi dari awal untuk mengembalikan ketegangan di
selangkangannya itu. Ribet kan?
6. Lebih Memilih Onani Daripada Seks
Ini biasanya terjadi ketika sudah berumah tangga. Pria yang sudah
terbiasa onani akan mudah bosan pada aktivitas seksnya dan lebih memilih
masturbasi ketimbang hubungan seks yang sebenarnya. Pria akan berpikir:
Saya bisa berhubungan seks dengan siapa saja dalam pikiran saya saat
sedang onani, saya bisa melakukannya dengan berbagai posisi tanpa harus
terbatas kemampuan fisik saya dan saya bisa melakukannya dimana saja,
kapan saja. Garis bawahnya, pria yang terbiasa onani akan menemukan
kepuasan yang lebih besar saat masturbasi ketimbang berhubungan badan
dengan istrinya.
Perlu diingat bahwa frekuensi seks yang teratur tidak hanya
dibutuhkan oleh pria. Dalam pernikahan, wanita juga membutuhkan hal yang
sama. Harmonis tidaknya rumahnya tangga, salah satu faktor yang
berpengaruh juga adalah kesehatan kegiatan seksual suami istri. Jika pria sudah memilih onani ketimbang seks, ini bisa jadi bahaya bagi pernikahan.
7. Disfungsi Ereksi
Saya selalu menyimpan yang terbaik sebagai yang terakhir (atau yang bahasa bugis kunonya “save the best for the last”). Bahaya yang satu ini adalah hal yang paling ditakuti oleh semua pria. Bahaya yang paling parah yang bisa disebabkan oleh kebiasaan onani adalah disfungsi ereksi.
Apa itu disfungsi ereksi? Kedengarannya keren. Oke, biar saya jabarkan.
Disfungsi ereksi berarti impoten, alias penis kamu sudah tidak dapat lagi menegang. Selamanya akan berbentuk sejuntai mie rebus yang tidak berdaya…
Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris menunjukkan
bahwa 78% pria impoten memiliki kebiasaan yang sama: onani. Tidak hanya
itu, mereka juga melakukannya dengan frekuensi yang sama yaitu 1 – 2
kali sehari. Ini membuktikan ketergantungan pria pada onani membuat ia
tiba pada sebuah masa nantinya, dimana dengan cara apapun juga, dengan
posisi apapun juga, dengan rangsangan dari wanita manapun juga, penisnya
tetap lembek seperti rambut panjang dan tipis yang habis direbonding.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar