Mau tahu ngak ya lingkaran kehidupan Penis
Bentuk yang berubah. Ada dua hal besar yang akan berubah. Pertama, kepala penis akan kehilangan warna keungu-unguannya akibat semakin berkurangnya aliran darah menuju penis. Kedua, penis Anda mulai kehilangan rambut-rambutnya. Ketika hormon testosteron berkurang, maka Anda kembali seperti anak yang belum memasuki masa puber, penis Anda tak memiliki rambut lagi.
Ukuran mengecil. Timbunan lemak di bagian bawah perut -antara penis dan pusar- akan membuat penis tampak kerdil. Lemak di area tersebut membuat penis tampak jauh lebih pendek. Bahkan pada beberapa kasus, lemak pada perut akan 'mengubur' penis. Tapi sejatinya penis memang cenderung akan mengecil -apakah Anda obesitas maupun tidak. Perubahannya bukan hanya dari panjang, tapi juga diameternya. Jika seorang pria memiliki panjang penis 13 cm di usia 30 tahun, maka ketika usianya mencapai angka 60 tahun atau 70-an tahun, penisnya tinggal 10 cm atau 11 cm saja. Apa penyebabnya?
- Pertama, tumpukkan lemak yang memenuhi dinding arteri penis. Hal ini sama seperti penumpukan lemak pada pembuluh darah di jantung yang disebut dengan nama aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyebab serangan jantung. Sedangkan pada penis, hal ini memperlambat aliran darah ke penis.
- Kedua, hilangnya elastisitas jaringan halus pada bilik-bilik di dalam penis. Padahal bilik-bilik inilah yang kemudian mengembang, akibat terisi oleh darah ketika Anda terangsang.
Mengecilnya penis berarti mengecil pula
testis Anda. Pengecilan ini dimulai di usia 40 tahun. Jadi, jika di
usia 30-an diameter testis mencapai 3 cm, maka di usia 60-an diameternya
tinggal 2 cm saja.
Sensitivitas menurun. Beberapa penelitian menunjukkkan, penis semakin berkurang sensitivitasnya seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat Anda lebih sukar ereksi dan mencapai ejakulasi. Jika berhasil ejakulasi pun, kenikmatannya tak setara dengan kenikmatan semasa Anda muda dulu.
Sensitivitas menurun. Beberapa penelitian menunjukkkan, penis semakin berkurang sensitivitasnya seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat Anda lebih sukar ereksi dan mencapai ejakulasi. Jika berhasil ejakulasi pun, kenikmatannya tak setara dengan kenikmatan semasa Anda muda dulu.
Agar Penis Tetap Perkasa
- Perhatikan yang Anda makan. Makanan yang buruk untuk jantung pria, buruk juga untuk performa penis. Menu yang terdiri dari sedikit buah atau sayuran, tapi banyak mengandung lemak, gorengan, dan bahan makanan instan, akan menimbulkan efek buruk pada aliran darah di pembuluh darah koroner (jantung) termasuk yang menuju ke arah penis. Semakin tersendat aliran darahnya, makin lambat penis mencapai ereksi. Konsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan, plus lemak yang menyehatkan jantung seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan, dan wine.
- Mengontrol berat badan yang sehat. Obesitas akan membawa banyak masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, yang akan mengganggu saraf-saraf di seluruh tubuh termasuk di area penis. Dan beberapa variasi gerakan seks, barangkali harus dihilangkan dari kamus seks Anda dan si Dia jika Anda kegemukan. Belum lagi, panjang penis yang tertelan oleh daging di antara perut dan penis. Pasti seks menjadi tidak maksimal.
- Hindari tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi. Darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi akan merusak dinding pembuluh darah, termasuk yang menuju ke penis. Cara terbaik untuk mengantisipasinya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.
- Minum sedikit alkohol, atau tidak sama sekali. Peminum berat -yang minum alkohol minimal satu botol sehari, biasanya akan berakhir pada masalah kerusakan hati, kerusakan saraf, dan kondisi-kondisi lain yang bisa memicu munculnya disfungsi ereksi.
- Latihan rutin. Mereka yang melakukan olahraga lari, berenang, ataupun segala jenis olahraga aerobik, lebih jarang terkena disfungsi ereksi. Tapi hati-hati dengan olahraga yang memberi tekanan berlebihan pada area perineum -area di antara skrotum dan anus. Ada beberapa kejadian bersepeda yang bisa menimbulkan disfungsi ereksi. Bersepeda dalam waktu tempuh pendek, dengan jarak di bawah 80 km, cukup aman dilakukan.
- Jangan terlalu bergantung pada latihan kegel. Latihan dengan cara mengontraksi otot-otot pelvis atau kegel tidak terbukti bisa mengurangi angka kejadian disfungsi ereksi. Jadi, jangan terlalu bergantung pada latihan ini -kecuali jika tujuannya mengontrol ejakulasi, dan menambah kenikmatan ejakulasi.
- Tetap pertahankan testosteron Anda. Bahkan pada pria paling sehat sekalipun, hormon testostern akan berkurang drastis saat memasuki usia 50 tahun. Setiap tahunnya, sejak usia Anda menginjak angka 40, hormon ini akan susut sekitar 1.3%. Gejalanya antara lain: Menurunnya keinginan dan kemampuan seksual dan menjadi lebih moody. Solusinya bisa dengan melakukan hormon replacement therapy, minum suplemen, atau pengaturan pola makan yang menunjang pasokan testosteron dalam tubuh.
- Hindari anabolic steroids. Jenis obat ini kerap disalahgunakan oleh atlet dan body builder untuk mendapat otot lebih cepat dan lebih kuat. Padahal dapat membuat testis menyusut. Pada akhirnya, karena testis berhubungan dengan produksi hormon testosteron, maka kemampuan seksual Anda juga akan menurun.
- Berhentilah merokok, sekarang juga! Merokok bisa merusak pembuluh darah, sehingga akan menganggu aliran darah menuju penis. Sementara itu, nikotin bertanggung jawab atas kontraksi di pembuluh darah yang pada akhirnya membuat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Saat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya, maka kekekuatan ereksi menjadi tidak optimal lagi.
- Seks yang aman dan nyaman. Beberapa kasus disfungsi ereksi terjadi akibat manuver-manuver tidak biasa yang dilakukan beberapa pasangan. Kurangnya lubrikasi pada vagina, posisi yang sulit, bahkan sekedar woman on top yang dilakukan terlalu bersemangat. Jadi lakukan seks yang aman dan nyaman.
- Manajemen stres. Stres akibat psikologis akan meningkatkan hormon adrenalin. Dan, jika hal itu terjadi terus-menerus, akan membuat pembuluh darah kontraksi -sehingga pada akhirnya kehilangan elastisitas. Segera atasi stres tersebut.
Kelainan Penis yang Tidak Umum
Anda perlu tahu kelainan penis yang tidak umum dan
jarang diketahui pria.
- Ereksi yang lama atau disebut juga dengan priapisme, yakni masalah penis yang cukup serius karena juga bisa merupakan indikasi adanya cedera dan penyakit pada saraf punggung, maupun pada penis itu sendiri.
- Bercak Pada Penis. Waspadai jika penis Anda berwarna merah atau keunguan akibat borok. Ini adalah indikasi awal dari kanker penis.
- Bengkak pada kepala penis. menunjukkan bahwa Anda adalah seorang pria yang kurang menjaga kebersihan. Kepala penis yang membengkak disebut balanitis. Efek dari masalah ini adalah segala sesuatu yang keluar dari penis Anda akan berbau busuk.
- Penis bengkok. atau dikenal dengan peyronie, yakni muncul benjolan keras dan bercak-bercak di bawah kulit, yang memaksa penis membengkok ke atas, bawah, kiri, atau kanan.
- Pembengkakan pada skrotum. biasanya disebabkan oleh varikokel –pembuluh variks yang mengelilingi testis.
- Benjolan pada testis, bisa menjadi tanda paling khas dari kanker testis.
Fakta Tentang Penis dan Ereksi
Mitos: Pria selalu ingin dan siap untuk melakukan hubungan seksual.
Fakta: Tidak sesederhana itu. Kelelahan fisik atau berpikir keras mengenai masalah pekerjaan atau keluarga bisa mempengaruhi gairah pria dan kegiatan seksual.
Mitos: ‘Pria sejati’ tidak mengalami kesulitan ereksi.
Fakta: Pada suatu waktu dalam kehidupannya, banyak pria yang mengalami kesulitan ereksi atau mempertahankannya. Hal ini dapat terjadi seiring pertambahan usia, perilaku budaya, dan pola hidupnya. Jika terjadinya hanya sesekali saja, hal ini bukanlah masalah besar. Tapi jika persoalan ini terus berlanjut maka akan mempengaruhi hubungan pribadi dan menjadi masalah bersama.
Mitos: Sulit ereksi adalah hilangnya ketertarikan seks, hilang tenaga atau mandul.
Fakta: Kesulitan ereksi terkait dengan kemampuan membuat atau mempertahankan ereksi, dan bukan berarti kehilangan minat untuk berhubungan seksual atau menjadi mandul. Sulit ereksi tidak berhubungan dengan kekuatan, kejantanan, atau keinginan bercinta.
Mitos: Disfungsi ereksi adalah hal yang lumrah dalam proses penuaan.
Fakta: Berapapun usia pria, disfungsi ereksi tidak boleh dianggap hal yang normal. Meskipun disfungsi ereksi kerap terjadi pada pria tua, namun bukan cuma berarti proses penuaan -karena di usia 30 atau 40-an bisa mengalaminya. Perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, berolahraga teratur, menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan, dapat menurunkan risikonya.
Mitos: Sumber masalah disfungsi ereksi terletak di ‘kepala’.
Fakta: Meskipun disfungsi ereksi memiliki penyebab psikologis (seperti: cemas, stres, perasaan bersalah, lelah, masalah terhadap pasangan, atau depresi), kini diketahui bahwa sekitar 80% permasalahannya memiliki sebab yang berhubungan dengan masalah fisik.
Mitos: Disfungsi ereksi adalah problem fisik semata.
Fakta: Ini masalah kompleks, gabungan antara kognitif, perilaku, emosi, sosial, dan komponen fisik. Kaitannya dengan fisik, ereksi adalah mekanisme hidrolik yang didasari pada kondisi adanya aliran deras darah yang masuk dan bertahan di penis. Proses ini dapat terhambat karena berbagai hal seperti kondisi pembuluh darah, efek alkohol yang berlebihan, efek samping pengobatan, diabetes, fungsi syaraf yang abnormal, kekurangan hormon, operasi pengangkatan prostat karena kanker, merokok, yang sesungguhnya semua hal itu masih mungkin untuk diobati.
Mitos: Kesulitan ereksi akan berlalu.
Fakta: Disfungsi ereksi adalah persoalan medis dengan solusi pengobatan. Anda harus mengobati disfungsi ereksi. Bila tidak diobati, disfungsi ereksi dapat menimbulkan konsekuensi psikologis, termasuk perasaan malu, kehilangan, atau minder. Lebih jauh lagi, hal ini bisa saja terkait dengan kasus penyakit lainnya seperti obesitas dan penyakit sirkulasi darah. Disfungsi ereksi yang terjadi di setiap tahapan usia dapat diobati apapun penyebabnya, baik fisik atau psikis.
Mitos: Obat oles dapat memperlambat ejakulasi.
Fakta: Umumnya obat oles dalam bentuk krim, cairan, dan spray mengandung bahan pemati rasa (anaesteti), membuat permukaan penis mati rasa sehingga ejakulasi tidak cepat terjadi. Jadi bukan menimbulkan efek lebih tahan lama tapi mati rasa.
Membuat Ereksi Sempurna
Selama masalah ereksi Anda bukanlah suatu penyakit, maka Anda bisa mencoba latihan ala di bawah ini untuk membuat ereksi Anda sempurna.
- Pijatlah penis secara rutin setiap hari. Caranya: Genggam penis Anda, lalu lakukan pijatan yang diawali dari pangkal penis hingga ke ujungnya. Lakukan secara lembut, seperti saat Anda sedang melakukan onani. Biarkan penis Anda mendapatkan ereksi sempurnanya, tetapi jangan diteruskan hingga Anda mencapai orgasme. Saat terbaik adalah setelah Anda mandi dengan menggunakan air panas. Karena air panas membuka pori-pori sehingga efektif melancarkan aliran darah di penis.
- Angkat buah zakar Anda dan pijatlah area di bagian belakangnya secara lembut. Area ini disebut sebagai perilinium dan merupakan salah satu wilayah sangat sensitif bagi pria, karena merupakan pusat saraf dari daerah selangkangan pria. Pijatlah dengan gerakan melingkar searah jarum jam, dimulai dari tengah hingga ke samping. Biarkan penis Anda ereksi dengan stimuli ini.
- Duduk bersila, lalu luruskan kaki yang sebelah kiri. Kaki kanan dilipat, dengan posisi tumit kaki kanan Anda duduki. Posisikan tumit tersebut berada persis di belakang buah zakar. Lalu, duduk tegak dan aturlah napas hingga hitungan ke delapan. Kemudian, tukarlah kaki Anda. Lakukan gerakan ini hingga beberapa kali. Tujuannya adalah untuk memijat daerah perilinium, yang akan membuat penis Anda ereksi sempurna, plus bisa lebih tahan lama.
Pilih Mana Guys ......Lebih Penting Keras Atau Besar?
“Sebaliknya, jika Anda lambat 'panas', tidak cukup lama memertahankan durasi ereksi, dan tidak bisa mencapai kekerasan ereksi maksimal, Anda barangkali sudah masuk dalam kategori pria yang mengalami disfungsi ereksi,” kata dr. Bernard Purba., Sp.RM dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Perhatikan, tidak ada kata-kata 'besar' di sana.
Lalu, mengapa keras lebih penting dari besar? dr. Bernard mengatakan, vagina wanita biasanya hanya memiliki panjang 7-9 cm. “Dan, area yang paling sensitif adalah di sepertiga bagian depan, atau sekitar 2 cm dari bibir vagina saja,” katanya. Di area itulah terdapat G-Spot dan banyak pembuluh darah lain. Penis yang kokoh adalah syarat utama untuk bisa menstimulasi daerah itu ke segala arah. Penis panjang atau besar namun lembek, dipastikan tidak akan efektif menstimulasi area tersebut. Singkatnya, penis rata-rata orang Indonesia yang 11-13 cm, asalkan mampu mengeras secara optimal, sudah mumpuni untuk memberikan sensasi rasa nikmat bagi wanita dari ras apapun juga!.
semoga permanfaat ya...........
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar